TATA CARA MENENTUKAN MUSTAHIQ DAN TEKNIS PEMBAGIAN ZAKAT FITRAH



Bismillahirohmanirohim 

Zakat fitrah adalah ibadah wajib bagi setiap jiwa muslim dan muslimat yang dilaksanakan pada bulan Ramadan hingga menjelang salat idulfitri.

Sebagaimana hadist Ibnu Umar ra,

"Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas umat muslim; baik hamba sahaya maupun merdeka, laki-laki maupun perempuan, kecil maupun besar. Beliau saw memerintahkannya dilaksanakan sebelum orang-orang keluar untuk shalat.” (HR Bukhari Muslim)

Zakat fitrah merupakan rukun Islam yang ke-4. Selain untuk mensucikan diri setelah melaksanakan ibadah puasa di bulan Romadhon, zakat fitrah juga dimaknai sebagai bentuk kepedulian antar sesama, terutama kepedulian terhadap orang-orang yang tidak mampu atau Dhuafa. 

Peruntukan zakat itu sendiri sudah diatur dalam syariat sesuai dengan ayat ashnaf mustahiq zakat yang tersirat dalam surat at-Taubat ayat 60 :

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Artinya: "Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana."

Cara pembagiannya pun sudah diatur dalam kitab-kitab fiqih, dari cara menentukan Mustahiq sampai teknis pembagian antar ashnaf.

A.  Cara Menentukan Mustahiq

Ada beberapa cara untuk menentukan Mustahiq disuatu daerah,  diantaranya :

1. Amil melakukan pengamatan atau analisa atau dengan kuatnya dugaannya (dzon) 

2. Dengan adanya pengakuan dari mustahiq, jika fakir/miskin disumpah, jik ghoeim maka harus ada saksi saksi penguat.

3. Bayyinah (informasi dua saksi). Fakir miskin, mualaf, mukatab dan ghorim.

4. Istifadah (kemashuran, minimal dari 3 orang), bagi fakir miskin, mualaf, mukatab dan ghorim.

5. Pembenaran pihak yang menghutangi, bagi mukatab dan ghorim.

الموسوعة الفقهية الكويتية  ج23 ص333

وَعَلَى دَافِعِ الزَّكَاةِ أَنْ يَجْتَهِدَ فِي تَعَرُّفِ مُسْتَحَقِّي الزَّكَاةِ، فَإِنْ دَفَعَهَا بِغَيْرِ اجْتِهَادِهِ، أَوْ كَانَ اجْتِهَادُهُ أَنَّهُ مِنْ غَيْرِ أَهْلِهَا وَأَعْطَاهُ لَمْ تُجْزِئْ عَنْهُ، إِنْ تَبَيَّنَ الآْخِذُ مِنْ غَيْرِ أَهْلِهَا، وَالْمُرَادُ بِالاِجْتِهَادِ النَّظَرُ فِي أَمَارَاتِ الاِسْتِحْقَاقِ، فَلَوْ شَكَّ فِي كَوْنِ الآْخِذِ فَقِيرًا فَعَلَيْهِ الاِجْتِهَادُ كَذَلِكَ

مغني المحتاج ج٤ ص ١٨٣

فصل في بيان ما يقتضي صرف الزكاة لمستحقها وما يأخذه منها كل (من طلب زكاة وعلم الإمام) أو منصوبه لتفرقتها (استحقاقه) لها (أو عدمه عمل بعلمه) في ذلك فيعطي من علم استحقاقه لها ويمنع من علم عدم استحقاقه بل يحرم عليه حينئذ الصرف له ويجب عليه منعه .قال الرافعي ولم يخرجوه على القضاء بالعلم أي لم يجروا فيه الخلاف المذكور فيه بل جزموا به وفرق في المجموع بأن الزكاة مبنية على الرفق والمساهلة وليس فيها إضرار بالغير بخلاف القضاء بالعلم. تنبيه قوله من طلب ليس بقيد بل لو أراد الإمام تفرقتها بلا طلب كان الحكم كذلك وكذا قوله وعلم الإمام فلو فرقها المالك بنفسه أو بوكيله كان الحكم كذلك.

Adapun orang-orang yang tidak berhak menerima zakat yaitu

1. Orang kafir atau murtad.

2. Budak/hamba sahaya selain budak mukatab.

3. Keturunan dari Bani Hasyim dan Bani Muthalib (para Habaib), 

Sebagaimana hadits Sohih, Nabi Saw bersabda :

وعن عبدالمطلب بن ربيعة بن الحارث قال: قال رسولُ الله ﷺ: إنَّ الصدقة لا تنبغي لآل محمدٍ، إنما هي أوساخ الناس.

وفي روايةٍ: وإنها لا تحلّ لمحمدٍ ولا آل محمدٍ. رواه مسلم

.

"sesungguhnya shodaqoh ini (zakat) adalah kotoran manusia dan tidak dihalalkan bagi Muhammad dan keluarga Muhammad"

4. Orang kaya, orang yang penghasilannya sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya.

5. Orang yang ditanggung nafkahnya. Orang yang berkewajiban menanggung nafkah tidak boleh memberikan zakatnya kepada orang yang ditanggungnya, contoh : Ayah kepada anaknya atau istrinya.


Baca juga : Cara Zakat Fitrah dengan Uang, beda Hanafiyyah dan Syafiiyyah 


B. Teknis Pembagian Antar Ashnaf

    Berikut beberapa teknis pembagiannya sesuai dengan kondisinya,


1. Apabila zakat dibagikan sendiri oleh pemilik atau wakilnya panitia maka hendaknya :

Jika mustahik terbatas dan harta zakat mencukupi maka dibagi rata antar golongan penerima zakat yang ada di daerah tempat kewajiban zakat tersebut.

Jika mustahik sangat banyak dan harta zakat tidak mencukupi maka zakat harus diberikan pada minimal 3 orang untuk setiap golongan penerima zakat.

2. Apabila zakat dibagikan oleh amil maka hendaknya:

a.  Semua golongan penerima zakat yang ada harus mendapat bagian

b. Selain golongan Amil semua golongan mendapat bagian yang sama

c.  Masing-masing individu dari tiap golongan penerima mendapat bagian jika harta zakat mencukupi

d.  Jika hajat dari masing-masing individu sama maka jumlah yang diterima juga harus sama.

 

Contoh.. 

Asnaf yang ada di daerah trsbut ada :

1. Fakir 20 orang,

2. Miskin 50 orang

3. Ghorim 30 orang.. 


Perhitungannya,  

1. Total perilehan - amil= Hasil


Setelah itu

Hasil : 3(golongan asnaf) 


Misal hasil ada setelah di kurangi amil adalah 1500 kg, 


1500 : 3 = 500

Jadi masing-masing golongan mendapat 500kg,, 

Selanjutnya 500 di bagi dlm golongan.. 


👇

1. Fakir 20 orang, 

500 : 20 =25

Fakir per orang mendapat 25 kg


2. Miskin 50 orang,

500 : 50 = 10

Miskin per orang 10kg


3. Ghorim 30 orang.. 

500:30=16,67

Ghorim per orang mendapat 16,67kg.




Wallahu a'lam... 

Begitulah tata cara menentukan Mustahiq  dan cara penyalurannya. 🙏


AS Awaludin,  S.Pd.I

Share:

0 comments:

Posting Komentar

Post Terbaru

CONTOH MC ACARA PERINGATAN MAULID NABI SAW

Kategori

FOLLOW ME

Pengikut

Support