TATA CARA MENENTUKAN MUSTAHIQ DAN TEKNIS PEMBAGIAN ZAKAT FITRAH



Bismillahirohmanirohim 

Zakat fitrah adalah ibadah wajib bagi setiap jiwa muslim dan muslimat yang dilaksanakan pada bulan Ramadan hingga menjelang salat idulfitri.

Sebagaimana hadist Ibnu Umar ra,

"Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas umat muslim; baik hamba sahaya maupun merdeka, laki-laki maupun perempuan, kecil maupun besar. Beliau saw memerintahkannya dilaksanakan sebelum orang-orang keluar untuk shalat.” (HR Bukhari Muslim)

Zakat fitrah merupakan rukun Islam yang ke-4. Selain untuk mensucikan diri setelah melaksanakan ibadah puasa di bulan Romadhon, zakat fitrah juga dimaknai sebagai bentuk kepedulian antar sesama, terutama kepedulian terhadap orang-orang yang tidak mampu atau Dhuafa. 

Peruntukan zakat itu sendiri sudah diatur dalam syariat sesuai dengan ayat ashnaf mustahiq zakat yang tersirat dalam surat at-Taubat ayat 60 :

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Artinya: "Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana."

Cara pembagiannya pun sudah diatur dalam kitab-kitab fiqih, dari cara menentukan Mustahiq sampai teknis pembagian antar ashnaf.

A.  Cara Menentukan Mustahiq

Ada beberapa cara untuk menentukan Mustahiq disuatu daerah,  diantaranya :

1. Amil melakukan pengamatan atau analisa atau dengan kuatnya dugaannya (dzon) 

2. Dengan adanya pengakuan dari mustahiq, jika fakir/miskin disumpah, jik ghoeim maka harus ada saksi saksi penguat.

3. Bayyinah (informasi dua saksi). Fakir miskin, mualaf, mukatab dan ghorim.

4. Istifadah (kemashuran, minimal dari 3 orang), bagi fakir miskin, mualaf, mukatab dan ghorim.

5. Pembenaran pihak yang menghutangi, bagi mukatab dan ghorim.

الموسوعة الفقهية الكويتية  ج23 ص333

وَعَلَى دَافِعِ الزَّكَاةِ أَنْ يَجْتَهِدَ فِي تَعَرُّفِ مُسْتَحَقِّي الزَّكَاةِ، فَإِنْ دَفَعَهَا بِغَيْرِ اجْتِهَادِهِ، أَوْ كَانَ اجْتِهَادُهُ أَنَّهُ مِنْ غَيْرِ أَهْلِهَا وَأَعْطَاهُ لَمْ تُجْزِئْ عَنْهُ، إِنْ تَبَيَّنَ الآْخِذُ مِنْ غَيْرِ أَهْلِهَا، وَالْمُرَادُ بِالاِجْتِهَادِ النَّظَرُ فِي أَمَارَاتِ الاِسْتِحْقَاقِ، فَلَوْ شَكَّ فِي كَوْنِ الآْخِذِ فَقِيرًا فَعَلَيْهِ الاِجْتِهَادُ كَذَلِكَ

مغني المحتاج ج٤ ص ١٨٣

فصل في بيان ما يقتضي صرف الزكاة لمستحقها وما يأخذه منها كل (من طلب زكاة وعلم الإمام) أو منصوبه لتفرقتها (استحقاقه) لها (أو عدمه عمل بعلمه) في ذلك فيعطي من علم استحقاقه لها ويمنع من علم عدم استحقاقه بل يحرم عليه حينئذ الصرف له ويجب عليه منعه .قال الرافعي ولم يخرجوه على القضاء بالعلم أي لم يجروا فيه الخلاف المذكور فيه بل جزموا به وفرق في المجموع بأن الزكاة مبنية على الرفق والمساهلة وليس فيها إضرار بالغير بخلاف القضاء بالعلم. تنبيه قوله من طلب ليس بقيد بل لو أراد الإمام تفرقتها بلا طلب كان الحكم كذلك وكذا قوله وعلم الإمام فلو فرقها المالك بنفسه أو بوكيله كان الحكم كذلك.

Adapun orang-orang yang tidak berhak menerima zakat yaitu

1. Orang kafir atau murtad.

2. Budak/hamba sahaya selain budak mukatab.

3. Keturunan dari Bani Hasyim dan Bani Muthalib (para Habaib), 

Sebagaimana hadits Sohih, Nabi Saw bersabda :

وعن عبدالمطلب بن ربيعة بن الحارث قال: قال رسولُ الله ﷺ: إنَّ الصدقة لا تنبغي لآل محمدٍ، إنما هي أوساخ الناس.

وفي روايةٍ: وإنها لا تحلّ لمحمدٍ ولا آل محمدٍ. رواه مسلم

.

"sesungguhnya shodaqoh ini (zakat) adalah kotoran manusia dan tidak dihalalkan bagi Muhammad dan keluarga Muhammad"

4. Orang kaya, orang yang penghasilannya sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya.

5. Orang yang ditanggung nafkahnya. Orang yang berkewajiban menanggung nafkah tidak boleh memberikan zakatnya kepada orang yang ditanggungnya, contoh : Ayah kepada anaknya atau istrinya.


Baca juga : Cara Zakat Fitrah dengan Uang, beda Hanafiyyah dan Syafiiyyah 


B. Teknis Pembagian Antar Ashnaf

    Berikut beberapa teknis pembagiannya sesuai dengan kondisinya,


1. Apabila zakat dibagikan sendiri oleh pemilik atau wakilnya panitia maka hendaknya :

Jika mustahik terbatas dan harta zakat mencukupi maka dibagi rata antar golongan penerima zakat yang ada di daerah tempat kewajiban zakat tersebut.

Jika mustahik sangat banyak dan harta zakat tidak mencukupi maka zakat harus diberikan pada minimal 3 orang untuk setiap golongan penerima zakat.

2. Apabila zakat dibagikan oleh amil maka hendaknya:

a.  Semua golongan penerima zakat yang ada harus mendapat bagian

b. Selain golongan Amil semua golongan mendapat bagian yang sama

c.  Masing-masing individu dari tiap golongan penerima mendapat bagian jika harta zakat mencukupi

d.  Jika hajat dari masing-masing individu sama maka jumlah yang diterima juga harus sama.

 

Contoh.. 

Asnaf yang ada di daerah trsbut ada :

1. Fakir 20 orang,

2. Miskin 50 orang

3. Ghorim 30 orang.. 


Perhitungannya,  

1. Total perilehan - amil= Hasil


Setelah itu

Hasil : 3(golongan asnaf) 


Misal hasil ada setelah di kurangi amil adalah 1500 kg, 


1500 : 3 = 500

Jadi masing-masing golongan mendapat 500kg,, 

Selanjutnya 500 di bagi dlm golongan.. 


👇

1. Fakir 20 orang, 

500 : 20 =25

Fakir per orang mendapat 25 kg


2. Miskin 50 orang,

500 : 50 = 10

Miskin per orang 10kg


3. Ghorim 30 orang.. 

500:30=16,67

Ghorim per orang mendapat 16,67kg.




Wallahu a'lam... 

Begitulah tata cara menentukan Mustahiq  dan cara penyalurannya. 🙏


AS Awaludin,  S.Pd.I

Share:

Nasib Pecinta Dzurriyah Rasul dan Pembencinya



Bismillahirrohmanirrohim,

Al-Imam al-Habib Muhammad bin Ali bin Alawi Khird Ba'alawi dalam kitabnya al-Ghurar bahwa Rasulullah ﷺ bersabda :


حبي وحب أهل بيتي نافع في سبعة ﻣﻮﺍﻃﻦ أهوالهن عظيمة

عند الوفاة 

وعند القبر 

وعند ﺍﻟﻨﺸﺮ 

وعند ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ

وعند الحساب 

وعند الميزان

وعند ﺍﻟﺼﺮﺍﻁ


Mencintaiku dan mencintai keluargaku bermanfaat di tujuh tempat-tempat mulia :


1. Ketika wafat. 

2. Ketika di kubur. 

3. Ketika di bangkitkan. 

4. Ketika pencatatan. 

5. Ketika penghisaban. 

6. Ketika di timbangan Mizan. 

7. Ketika di jembatan Shirath.


Di riwayatkan oleh Sayyidina Hasan bin Ali bin Abi Thalib bahwa Rasulullah ﷺ bersabda :


لكل شيء أساس ، وأساس الإسلام حب أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم وحب أهل بيته


▪️Setiap sesuatu memiliki asas dan asas islam adalah mencintai sahabat dan keluarga rasulullah ﷺ


Di riwayatkan oleh al-Imam At-Thabrani dari Sayyidina Ali, 

bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:


أول من يرد الحوض أهل بيتي ومن أحبني من أمتي


▪️Pertama yang sampai di telaga haudh adalah keluargaku dan mereka yang mencintaiku dari golongan umatku.


لايبغضنا ولايحسدنا أحد إلا ذيد عن الحوض يوم القيامة بسياط من النار


▪️Tidaklah yang membenci kami (Nabi ﷺ dan keluarganya) 

dan tidak pula menghasud kami kecuali dia terusir dari telaga haudh pada hari kiamat.


Di riwayatkan dalam kitab al-Ghurar :


من مات على بغض آل محمد جاء يوم القيامة مكتوبا بين عينيه آيس من رحمة الله


▪️Siapa yang mati dalam keadaan benci keluarga Rasulullah ﷺ dia akan datang pada hari kiamat, tertulis diantara kedua matanya orang yang tidak mendapat rahmat Allah SWT. 


حرمت الجنة على من ظلم أهل بيتي أو قتلهم أو أعان عليهم أو سبهم


▪️Diharamkan surga atas siapa yang mendzolimi keluargaku.

___

Share:

Cara Zakat Fitrah dengan Uang, Beda Pendapat Syafiiyyah dan Hanafiyyah

A. Pengertian Zakat 

dalam kitab Fathul Qorib

وهي لغة النماء ، وشرعا اسم لمال مخصوص، يؤخذ من مال مخصوص، علي وجه مخصوص، يصرف لطاءىفة مخصوصة.

secara bahasa zakat berarti tumbuh kembang, secara syariat zakat adalah istilah untuk harta khusus yang diambil dari harta tertentu, berdasarkan pertimbangan tertentu dan disalurkan hanya kepada pihak-pihak tertentu.

Macam-macam zakat ada dua. 

1. Zakat Fitrah, zakat yang wajib dikeluarkan muslim menjelang Idul Fitri pada bulan Romadhon

2. Zakat Maal atau Zakat harta, zakat kekayaan tertentu yang harus dikeluarkan dalam jangka 1 tahun sekali sudah memenuhi nisab.

Jenis dan kadar zakat fitrah

1. Berupa makanan pokok daerah tersebut,

2. sejenis tidak boleh campuran.

3. Jumlahnya mencapai 1 sho untuk setiap orang

4. Diberikan ditempat orang yang dizakati

1 sho'=4 mud 

= 2,751 kg menurut Dr. Wahbah Zuhaili

= 2,720 kg menurut KH. Ma'shum bin Ali


B. Bolehkah zakat fitrah dengan uang?

Menurut Syafi'i yah membayar zakat fitrah dengan uang tidak diperbolehkan, sedangkan menurut Hanafiyah diperbolehkan. Namun di lapangan Banyak masyarakat yang membayar zakat dengan uang.

Maka amil harus menerangkan prosedur membayar zakat fitrah antara mazhab Hanafi dan Syafi'i.

Sumber rujukan : 

فقه الاسلامي الجزء الثالث ٤٦. ٢

رد المختار الجزء الثني ص ٢٨٦

الموسوعة الفقهية الجزء الثالث والعشرون ص ٢٤٣


1. Prosedur membayar zakat fitrah dengan uang ala Hanafi.

Hanafiyyah memperbolehkan zakat dengan mengeluarkan uang senilai harga 3,8 kg kurma yang berkualitas di daerah masing-masing disertai niat dan bimbingan dari Amil.

contoh : kurma per kg Rp30.000

maka Zakat yang dikeluarkan adalah Rp.  30.000 X 3,8 kg = Rp. 114.000


Catatan : Kalo misalnya mau zakat menurut hanafi maka dengan harga itu dan diberikan setelah fajr sodiq sampai sebelum solat id bukan setelah magrib.

Baca juga : Tata Cara Menentukan Mustahiq dan Cara Pembagian Zakat Fitrah


2. Prosedur membayar zakat fitrah dengan uang ala Syafi'i

Syafiiyyah tidak memperbolehkan zakat fitrah dengan uang, namun untuk mempermudah muzaki jika menghendaki zakat dengan uang amil harus menggunakan cara berikut ini, 

Amil atau pengelola zakat semisal lAZISNU menyediakan paket beras yang berkualitas (per paket berisi 2,75 kg). Akan dibeli oleh Muzaki sebagai zakat fitrah nya disertai niat dan bimbingan dari Amil.

Perlu diingat :

"Paket beras tersebut bukan berasal dari zakat orang lain. Paket berastersebut memang khusus disediakan Apabila ada Muzakki yang ingin zakat dengan uang, dan menggunakan Syafiiyyah."

Begitulah prosedur yang harus amil gunakan jika muzaki menghendaki zakat dengan uang. 

Demikian cara zakat fitrah menggunakan uang. 

Sumber : Fathul Qorib Mujib,  panduan zakat LAZISNU.

Share:

NIAT MENYAMBUT BULAN RAMADHAN

بسم الله الرحمن الرحيم

Oleh : Al - Habib Abu Bakar Al - Adni Al - Masyhur.


*نِيَّةُ رَمَضَان لِلسَيِّدِ الحَبِيْب أَبِيْ بَكْرِ العَدْنِيْ ابْنِ عَلِيْ المَشْهُوْر*


Niat menyambut bulan Ramadhan oleh Al - Habib Abubakar Al - Adeni Al - Masyhur


 نَوَيْنَا مَانَوَاهُ النَّبِيُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالسَلَفُ الصَّالِحُ مِنْ آلِ البَيْتِ الكِرَامِ وَالصَّحَابَه الأَعْلَام


Kami niat sebagaimana niat Nabi SAW dan para salafuna shalih dari para ahlulbait nabi yang mulia dan para sahabat yang agung


*وَنَوَيْنَا القِيَامَ بِحَقِّ الصِيَامِ عَلَى الوَجْهِ الَّذِيْ يُرْضِي المَلِكُ العَلاَّم*


Kami niat melaksanakan puasa dengan sesempurna mungkin yang membuat ridho raja semesta alam Allah SWT


 *وَنَوَيْنَا المُحَافَظَةَ عَلَى القِيَامِ وَحِفْظِ الجَوَارِحِ عَنِ المَعَاصِي وَالآثَامِ*


Kami niat menjaga sholat tarawih dan menjaga angota badan dari segala maksiat dan dosa


*وَنَوَيْنَا تِلَاوَةَ القُرْآنِ وَكَثْرَة الذِكْرِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِ الأَنَامِ وَنَوَيْنَا تَجَنُّبَ الغِيْبَةِ وَالنَمِيْمَةِ وَالكَذِبِ وَأَسْبَابِ الحَرَامِ*


Kami niat rutin membaca alqur'an dan banyak berdzikir serta sholawat pada nabi muhammad pemimpin manusia dan menjauhi ghibah , adu domba , berdusta dan segala hal yang menyebabkan perkara yang haram dan dosa


*وَنَوَيْنَا كَثْرَةَ الصَّدَقَاتِ وَمُوَاسَاةِ الأَرَامِلِ وَالفُقَرَاءِ وَالأَيْتَامِ*


Kami niat banyak bersodaqoh dan menyantuni para janda janda , orang - orang fakir juga anak anak yatim


*وَنَوَيْنَا كَمَالَ الإِلْتِزَامِ بِآدَابِ الإِسْلَامِ وَالصَّلاةِ فِي الجَمَاعَةِ فِي أَوْقَاتِهَا بِانْتِظَامِ*

 


Kami niat menjaga dengan sebaik baiknya akhlak - akhlak yang di ajarkan dalam agama islam serta menjaga sholat jama'ah tepat pada waktunya dengan sempurna


*وَنَوَيْنَا كُلَّ نِيَّةِ صَالِحَةٍ نَوَاهَا عِبَادُ اللهِ الصَّالِحُوْنَ فِي العَشْرِ الأَوَائِلِ وَالأَوَاسِطِ وَالأَوَاخِرِ وَلَيْلَةِ القَدْرِ فِي سَائِرِ اللَيَالِي وَالأَيَّامِ*


kami niat dengan semua niat niat baik yang telah di niatkan para sholihin di 10 pertama , 10 kedua serta 10 terakhir dan malam lailatul qodar juga di setiap malam dan harinya


*وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ*


*بِسِرِّ الفَاتِحَةِ*


Al - Fatehah ..


__________________


_*KEUTAMAAN MEMPERBANYAK NIAT :*_


*محمد رسول الله ﷺ :*


*إنّمَا الأَعْمَالُ بالنِّيّاتِ ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امرِىءٍ مَا نَوَى*


Setiap amalan tergantung pada niatnya. Dan bagi setiap orang apa yang dia niatkan


( *HR Al - Bukhari* )


*محمد رسول الله ﷺ :*


*فَمَنْ هَمَّ بحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَها اللهُ تَبَارَكَ وتَعَالى عِنْدَهُ حَسَنَةً كامِلَةً ، وَإنْ هَمَّ بهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللهُ عَشْرَ حَسَناتٍ إِلى سَبْعمئةِ ضِعْفٍ إِلى أَضعَافٍ كَثيرةٍ*


Barangsiapa berniat untuk melakukan kebaikan lalu tidak jadi melakukannya maka Allah tabaaraka wa ta’ala mencatat disisi - Nya satu kebaikan sempurna , dan jika ia berniat untuk melakukannya lalu melakukannya maka Allah mencatatnya sepuluh  kebaikan sampai tujuh puluh kali lipat sampai berlipat - lipat yang banyak.


( *HR. Bukhori* )


*محمد رسول الله ﷺ :*


*إِنَّمَا الدُّنْيَا لِأَرْبَعَةِ نَفَرٍ: عَبْدٍ رَزَقَهُ اللهُ مَالاً وَعِلْمًا فَهُوَ يَتَّقِي فِي مَالِهِ رَبَّهُ وَيَصِلُ فِيْهِ رَحِمَهُ وَيَعْلَمُ لِلهِ فِيْهِ حَقًّا، فَهَذَا بِأَفْضَلِ الْمَنَازِلِ، وَعَبْدٍ رَزَقَهُ اللهُ عِلْمًا وَلَمْ يَرْزُقْهُ مَالاً، فَهُوَ صَادِقُ النِّيَّةِ يَقُوْلُ: لَوْ أَنَّ لِي مَالاً لَعَمِلْتُ بِعَمَلِ فُلاَنٍ، فَهُوَ بِنِيَّتِهِ وَهُمَا فَأَجْرُهُمَا سَوَاءٌ، وَعَبْدٍ رَزَقَهُ اللهُ مَالاً وَلَمْ يَرْزُقْهُ عِلْمًا، فَهُوَ يَخْبِطُُ فِي مَالِهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ لاَ يَتَّقِي فِيْهِ رَبَّهُ وَلاَ يَصِلُ فِيْهِ رَحِمَهُ وَلاَ يَعْلَمُ لِلهِ فِيْهِ حَقًّا، فَهَذَا بِأَخْبَثِ الْمَنَازِلِ، وَعَبْدٍ لَمْ يَرْزُقْهُ اللهُ مَالاً وَلاَ عِلْمًا فَهُوَ يَقُوْلُ: لَوْ أَنَّ لِي مَالاً لَعَمِلْتُ بِعَمَلِ فُلاَنٍ، فَهُوَ بِنِيَّتِهِ فَوِزْرُهُمَا سَوَاءٌ*


*Dunia itu diberikan kepada empat golongan :*


( *1* ) `seorang hamba yang Allah anugerahi harta dan ilmu , maka dia pun be


rtakwa kepada Rabbnya dalam hal hartanya , menggunakan hartanya untuk menyambung tali kekerabatan dan mengetahui bahwa Allah memiliki hak dalam hartanya itu , maka dia berada pada derajat yang paling mulia di sisi Allah.


( *2* ) 

Dan seorang hamba yang Allah karuniai ilmu namun tidak diberi harta , dia adalah seorang yang benar niatnya.


*Dia katakan*


Seandainya aku memiliki harta , aku akan beramal seperti amalan Fulan’, maka dengan niatnya itu pahala mereka berdua sama.


( *3* ) 

Juga seorang hamba yang Allah beri harta namun tidak dikaruniai ilmu , sehingga dia gunakan hartanya tanpa ilmu.


*Dia tidak bertakwa kepada Rabbnya dalam hartanya itu , tidak menggunakannya untuk menyambung tali kekerabatan , dan tidak pula mengetahui ada hak Allah dalam hartanya , maka dia berada pada derajat yang paling hina di sisi Allah.*


( *4* ) 

Dan seorang hamba yang tidak Allah beri harta maupun ilmu

,


*lalu dia mengatakan*


Seandainya aku memiliki harta aku akan berbuat seperti perbuatan Fulan’, maka dengan niatnya itu dosa mereka berdua sama


( *HR. At - Tirmidzi* )


*ابن مبارك :*


*رُبَّ عَمَلٍ صَغِيرٍ تُعَظِّمُهُ النِّيَّةُ، وَرُبَّ عَمَلٍ كَبِيرٍ تُصَغِّرُهُ النِّيَّةُ.*


Berapa banyak amalan kecil , tetapi menjadi besar karena niatan

 ( *positif* ) 

pelakunya.


Dan betapa banyak amalan besar , namun berubah kecil karena niatan

 ( *negatif* ) 

pelakunya.


*الغزالي في إحياء علوم الدين*


*وأما تضاعف الفضل، فبكثرة النيات الحسنة؛ فإن الطاعة الواحدة، يمكن أن ينوي بها خيرات كثيرة، فيكون له بكل نية ثواب إذ كل واحدة منها حسنة، ثم تضاعف كل حسنة عشر أمثالها، كما ورد به الخبر.*


Adapun dari sisi berlipat gandanya pahala

,  *yaitu* 

dengan banyaknya niat - niat baik.


Karena satu ketaatan memungkinkan untuk diniatkan banyak kebaikan , maka baginya pahala untuk masing - masing niat.


*Karena setiap niat merupakan kabaikan* , 

kemudian setiap kebaikan akan dilipat gandakan menjadi 10 kali lipat`

Share:

Tanda-tanda Mendapatkan Keutamaan Lailatul Qodar



بسم الله الرحمن الرحيم
Maha Suci Allah SWT. yang telah memberikan keutamaan di dalam bulan ramadhan, diantaranya malam tanggal 17 yang sudah kita kenal dengan malam diturunkannya Al Qur’an Al Karim dan malam itu dinamakan malam lailatul qodar.

Allah SWT berfirman :

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ ١ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ ٢ لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ ٣ تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ ٤ سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ࣖ ٥

1.  Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatulqadar.

2.  Tahukah kamu apakah Lailatulqadar itu?

3.  Lailatulqadar itu lebih baik daripada seribu bulan.

4.  Pada malam itu turun para malaikat dan Rūḥ (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.

5.  Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar.

 

Menurut sebagian ulama, dinamakan lailatul qodar karena pas dalam malam itu ditentukannya berbagai masalah, hukum-hukum, rizqi, ajal. Ada juga yang berpendapat dinamakannya lailatul qodar karena muliyanya malam itu lebih mulya dibandingkan malam-malam yang lain.

 

Perihal turunnya Al Qur’an di malam lailatul qodar menurut keterangan dalam kitab Tafsir  Khozin, sesungguhnya Allah Swt. menurunkan Al Qur’an utuh 30 Juz dari Laukhul Makhfudz, lalu diletakkan di Baitul Izzah (*Baitul Izzah itu sendiri adalah merujuk kepada sebuah tempat di langit dunia atau langit pertama), lalu diturunkan diterima Malaikat Jibril lalu kepada Nabi Muhammad Saw secara bertahap selama 23 tahun sesuai kebutuhan.

Sebagaimana Firman Allah Swt. :

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ

Artinya   Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil).

 

Sungguh beruntung orang yang bisa beribadah dimalam lailatul qodar, nilai ibadahnya seperti seribu bulan, yaitu sekitar 83 tahun 4 bulan. Sangat berat bias menjalankan ibadah seribu bulan, apalagi jaman sekarang atau umat Nabi Muhammad Saw yang rata-rata umurnya sekitar 60 tahun. Nabi sendiri hanya berumur 63 tahun.  Jadi, sungguh keutamaan luar biasa, kemurahan dari Allah Swt yang tidak etis untuk disia-siakan bisa diberi kesempatan seperti berumur 83 tahun dan menjadi ahli ibadah selama itu.

Lalu apakah yang menjumpai malam lailatul Qodar harus merasakan sesuatu seperti menjumpai sesuatu?

Beberapa ulama, misalnya Imam Ibn Jarir at Thabary (w. 310 H), dan Syekh Ibnul Araby (w. 543 H), sebagaimana dikutip oleh al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalany (w. 852 H) berpendapat bahwa mendapatkan Lailatul Qadar itu tidak harus merasakan dan menjumpai fenomena ajaib. Orang yang Qiyam Ramadan dan tidak merasakan sentuhan malaikat, misalnya, tetap memperoleh anugerah Lailatul Qadar, walaupun tidak sesempurna sesiapa yang merasakannya.

Al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalany (Kitab Fathul Bary Syarah Shahih al-Bukhari, juz 5 halaman 231, cetakan Dar al-Kutub al-Ilmiyyah) menyebutkan perbedaan pendapat para ulama tentang apakah Lailatul Qadar itu mempunyai tanda pengenal atau tidak. Dengan catatan bahwa pada umumnya ulama menyatakan Lailatul Qadar itu memiliki tanda yang dapat dikenali. 

Yang menyatakan bahwa lailatul Qadar itu mempunyai tanda pengenal menyebutkan beberapa tanda, yaitu, (1) terlihat segala sesuatu dalam keadaan bersujud, (2) pancaran cahaya di setiap tempat hingga pada tempat yang gelap, (3) terdengar ada salam atau komunikasi dari malaikat, (4) doa yang terkabulkan.

 

Di malam itu para malaikat berdatangan turun ke bumi, mengucapkan salam kepada kaum muslimin yang taat, dari permulaan malam hingga terbitnya fajar shubuh. Bahkan Malaikat Jibril akan menyalami tiap kaum muslimin, tanpa ada yang ketinggalan.

Tanda telah disalami Malaikat Jibril adalah kulit merinding, hati menjadi lembut, dan air mata menetes, sebagaimana pendapat Syekh Fakhruddin ar-Razy seorang ulama pakar tafsir yang wafat pada 606 Hijriah (Tafsir al-Kabir, juz 11, halaman 234, cetakan Dar Ihya Turats Arabi.

 

Sementara Imam Ibn Jarir At-Thabary menyatakan, "Keseluruhan tanda itu bukan sesuatu yang pasti terjadi, dan untuk disebut telah berhasil mencapai Lailatul Qadar itu tidak dipersyaratkan harus melihat dan mendengar sesuatu."

 

Jadi, kaum muslimin siapa saja jangan berputus harapan, karena siapa saja dapat memperoleh keutamaan lailatul qodar tanpa harus merasakan gejala alam pada dirinya.

 

Kiai Ahmad Asymuni Petok Kediri (w. 1442 H) dalam kitab "Tafsir al-Qadr" mengutip pernyataan berikut,

 ويحصُل فضلُها لِمن أحْياها وإِنْ لم يشعُر بها، ونفْيُه محمولٌ على نفْي الكمالِ، ومَن صلّى العشاءَ في جماعةٍ فقدْ أخذَ حظَّه مِنها

Artinya, "Keutamaan Lailatul Qadar telah tergapai bagi sesiapa yang menghidupkannya, walaupun ia tidak merasakannya. Penegasan capaian itu diarahkan pada ketiadaan kesempurnaan pencapaian. Sesiapa yang shalat Isya berjamaah, maka sungguh ia telah memperoleh bagian (keutamaan) Lailatul Qadar."

 

Lalu bagaimana, apa yang kita lakukan ketika malam-malam lailatul qodar?

“Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, jika aku menjumpai satu malam yang itu merupakan lailatul qadar, apa yang aku ucapkan?’ Nabi menjawab, “Ucapkanlah,

 اللَّـهُـمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُـحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Artinya, "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Dzat yang Maha Pemaaf dan Pemurah maka maafkanlah diriku.”

 

Dengan melaksanakan shalat Tarawih, lebih-lebih dengan berjamaah, plus shalat Shubuh berjamaah, sudah terhitung terlimpahi keutamaan Lailatul Qadar, insya Allah.

 

Syekh Muhammad Nawawi Banten yang wafat pada 1314 Hijriah (Kitab Nihayatuz Zain, Surabaya, al-Hidayah, halaman 198) ketika menyebutkan menghidupkan lailatul qadar menyebut ada ada tiga strata:

 وَمَرَاتِبُ إِحْيَائِهَا ثَلَاثَةٌ عُلْيَا وَهِيَ إِحْيَاءُ لَيْلَتِهَا بِالصَّلَاةِ وَوُسْطَى وَهِيَ إِحَيَاءُ مُعْظَمِهَا بِالذِّكْرِ وَدُنْيَا وَهِيَ أَنْ يُصَلِّيَ الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ وَالصُّبْحِ فِي جَمَاعَةٍ

 

Artinya, “Tingkatan menghidupkan lailatul qadar ada tiga. Yang tertinggi adalah menghidupkan lailatul qadar dengan shalat. Sedang tingkatan yang sedang adalah menghidupkan lailatul qadar dengan zikir. Tingkatan terendah adalah menjalankan shalat Isya dan Subuh berjamaah."

 

Pendapat yang sama dari Syekh Nawawi tentang kaum muslimin yang beribadah pada lailatul qadar tapi belum merasai suatu fenomena khusus,

  ويَنال العامِل فضلَها وإِنْ لمْ يطلّع عليهَا عَلى المُعتمد

Artinya, "Yang beribadah pada malam lailatul qadar tetap memperoleh keutamaannya, walaupun tidak melihatnya, menurut pendapat yang muktamad." 

 

Jadi marlah kita semangat menjemput Lailatul Qadar yang merupakan kekhususan bagi umat Nabi Muhammad Saw, terutama pada sepuluh akhir Ramadan, dan marilah selalu berbaik sangka kepada Allah Swt, bahwa akan selalu ada anugerah terindah untuk kita yang senantiasa berusaha taat kepadaNYA.

Semoga kita mencapai derajat Muttaqien. amin

oleh : AS Awaludin,  S.Pd.I

sumber : Nu Online, Mauidhotul Mu'minin fi Jum'ah.

Share:

Cara Mudah Membuat Link ( Direct Link ) Google Drive Klik Langsung Download File

Di era yang serba online ini kita selalu menginginkan pekerjaan yang serba praktis dan cepat, salah satunya kebutuhan-kebutuhan untuk tugas-tugas sekolah, kantor dan lain-lain yang berupa dokumen elektronik. 
google sudah memberikan fasilitas yang dapat membantu penyimpanan dokumen elektronik agar penggunanya dapat dengan mudah dalam Pengelolaan Arsip Elektronik. 
Dengan google Drive menyimpan dan mendownload lebih mudah, file yang kita simpan bisa kita akses di mana saja. 
Kelebihan lain dari menggunakan  google Drive dokumen kita dapat di share ke siapa saja dengan aman tanpa takut mengganggu privasi kita.


Berikut adalah cara mudah membagikan dokumen dari google drive dengan Direct Link, 
  1. Siapkan File yang di upload ke google drive, 
  2. Siapkan Notepade, ketikkan https://drive.google.com/uc?export=download&id=
  3. Klik kanan file yang akan dibagikan, klik bagikan atau bisa menggunakan klik get link.
  4. Rubah mode "siapa saja yang memiliki link".
  5. Copy dan paste link di notepade,
  6. Copy kode file pada link yang kita dapatkan dari google drive. lalu paste di link yang sudah kita sediakan sebelumnya tepat setelah "sama dengan".
  7.  Selesai.
Selamat mencoba, semoga bermanfaat.
Share:

Post Terbaru

CONTOH MC ACARA PERINGATAN MAULID NABI SAW

Kategori

FOLLOW ME

Pengikut

Support